Screen Time Anak Terlalu Banyak? Ini yang Harus Orangtua Lakukan

0 0
Read Time:1 Minute, 9 Second

Penggunaan gawai telah menjadi bagian kehidupan anak untuk belajar, bermain, berkomunikasi, hingga mencari hiburan. Namun, screen time berlebihan dapat menggantikan aktivitas penting seperti bergerak, tidur, bermain, dan berinteraksi bersama keluarga. WHO menyebut perilaku sedentari berlebihan pada anak berkaitan dengan beberapa dampak kesehatan yang kurang baik.

Langkah pertama adalah mengevaluasi kebiasaan penggunaan layar berdasarkan usia dan kebutuhan anak. WHO tidak merekomendasikan screen time sedentari untuk bayi dan anak berusia satu tahun. Untuk anak berusia dua tahun, durasinya disarankan maksimal satu jam sehari. Rekomendasi serupa berlaku bagi anak berusia tiga hingga empat tahun.

Orangtua juga perlu membuat aturan penggunaan perangkat yang jelas dan konsisten. American Academy of Pediatrics mendorong keluarga membuat Family Media Plan sesuai kebutuhan setiap anggota keluarga. Aturan dapat mencakup waktu, tempat, serta jenis konten yang boleh digunakan anak. Pendampingan juga membantu orangtua memahami konten yang dikonsumsi anak.

Selanjutnya, hindari penggunaan perangkat menjelang waktu tidur anak. AAP menyarankan semua layar dimatikan setidaknya satu jam sebelum tidur. Televisi, ponsel, komputer, dan tablet juga sebaiknya tidak ditempatkan di kamar tidur anak. Kebiasaan tersebut membantu mencegah penggunaan perangkat mengganggu waktu istirahat.

Mengurangi screen time sebaiknya dibarengi dengan menyediakan kegiatan pengganti yang menarik. Orangtua dapat mengajak anak membaca, bermain, berolahraga, menggambar, atau melakukan kegiatan bersama keluarga. WHO mendorong anak usia sekolah tetap aktif dan membatasi layar agar tidak mengganggu bermain serta tidur. Perubahan sebaiknya dilakukan konsisten agar anak lebih mudah membangun kebiasaan digital sehat.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %