Museum Louvre di Paris kembali membuka Galeri Apollo setelah sempat ditutup menyusul insiden perampokan yang terjadi pada Jumat, 24 Juli 2026. Penutupan dilakukan sebagai langkah pengamanan sekaligus mendukung proses penyelidikan oleh pihak kepolisian Prancis. Setelah situasi dinyatakan aman, area tersebut kembali dapat dikunjungi wisatawan. Museum menegaskan operasional Louvre secara keseluruhan tetap berjalan normal selama penanganan insiden berlangsung.
Perampokan terjadi ketika seorang pria memasuki Galeri Apollo dan mengambil sebuah pedang bersejarah yang dipamerkan di dalam etalase. Berdasarkan keterangan pihak museum, pelaku memecahkan kaca pelindung sebelum membawa benda tersebut. Petugas keamanan segera melaporkan kejadian itu kepada kepolisian, sementara pengunjung dievakuasi dari area galeri sebagai tindakan pencegahan.
Pedang yang dicuri merupakan artefak bersejarah yang dikaitkan dengan Marsekal Emmanuel de Grouchy, salah satu tokoh militer Prancis pada era Napoleon Bonaparte. Kepolisian Prancis langsung melakukan penyelidikan dan berhasil menemukan kembali benda tersebut tidak lama setelah kejadian. Artefak kemudian diamankan untuk menjalani pemeriksaan sebelum dikembalikan ke koleksi Museum Louvre. Pihak berwenang juga menahan seorang tersangka terkait kasus tersebut.
Museum Louvre menyatakan akan mengevaluasi sistem keamanan guna mencegah insiden serupa terulang. Pengelola juga memastikan seluruh koleksi bersejarah lainnya tetap berada dalam kondisi aman. Dibukanya kembali Galeri Apollo memungkinkan wisatawan menikmati salah satu ruang pamer paling ikonik di Louvre, yang dikenal menyimpan berbagai mahkota kerajaan Prancis serta karya seni bernilai sejarah tinggi.