Seoul menikmati lonjakan kunjungan wisatawan asing sepanjang paruh pertama 2026. Jumlah wisatawan internasional mencapai 8,23 juta orang.
Bukan hanya jumlah pengunjung yang meningkat, pengeluaran mereka juga mencetak rekor. Nilai transaksi kartu wisatawan mencapai 5,62 triliun won atau sekitar Rp65 triliun. Angka tersebut melonjak 56,8 persen secara tahunan.
Belanja menjadi sektor dengan porsi terbesar dalam pengeluaran wisatawan asing. Kontribusinya mencapai 46,4 persen dari seluruh transaksi kartu. Pengeluaran di pusat perbelanjaan besar bahkan meningkat 73,2 persen menjadi 1,22 triliun won.
Tren tersebut menunjukkan perubahan pola wisatawan yang datang ke Seoul. Mereka tidak lagi hanya mengunjungi objek wisata populer. Banyak wisatawan mencari pengalaman lokal melalui kuliner, kecantikan, budaya, hingga wellness.
China menjadi sumber wisatawan terbesar dengan 2,47 juta kunjungan selama periode tersebut. Jepang menyusul dengan 1,5 juta wisatawan, kemudian Taiwan dan Amerika Serikat. Pertumbuhan ini turut mendorong bisnis hotel dan sektor ritel Seoul.
Pemerintah Seoul kini ingin memperluas manfaat ekonomi pariwisata ke berbagai kawasan. Hongdae dan Seongsu mulai mendapatkan perhatian selain Gangnam dan Myeong-dong. Strategi tersebut diharapkan membuat wisatawan tinggal lebih lama dan meningkatkan belanja mereka.