Press-On Nails menjadi pilihan banyak orang karena praktis dan mudah digunakan tanpa harus ke salon. Meski demikian, sebagian orang khawatir penggunaan kuku tempel secara rutin dapat merusak kesehatan kuku asli.
Dokter kulit menjelaskan bahwa press-on nails pada dasarnya tidak menyebabkan kerusakan permanen jika digunakan dan dilepas dengan cara yang benar. Risiko kerusakan biasanya muncul akibat penggunaan lem yang terlalu kuat atau kebiasaan melepas kuku tempel secara paksa.
Saat kuku tempel dicabut tanpa prosedur yang tepat, lapisan terluar kuku dapat ikut terangkat. Kondisi tersebut membuat kuku menjadi lebih tipis, rapuh, dan mudah patah. Selain itu, penggunaan kuku tempel dalam waktu terlalu lama juga dapat meningkatkan risiko kelembapan terperangkap sehingga memicu infeksi jamur atau bakteri.
Untuk menjaga kesehatan kuku, para ahli menyarankan memilih produk press-on nails yang berkualitas dan menggunakan lem sesuai petunjuk. Kuku juga sebaiknya dibersihkan sebelum pemasangan serta diberi waktu beristirahat di sela-sela pemakaian agar dapat pulih secara alami.
Jika muncul nyeri, perubahan warna, kuku terlepas, atau tanda-tanda infeksi setelah menggunakan press-on nails, segera hentikan pemakaian dan konsultasikan dengan dokter. Perawatan kuku yang baik, termasuk menjaga kelembapan kuku dan kutikula serta mengonsumsi makanan bergizi, dapat membantu mempertahankan kuku tetap sehat meski sesekali menggunakan kuku tempel.