Pastel menjadi salah satu makanan yang identik dengan Argentina dan Inggris. Meski memiliki nama serta bentuk yang hampir serupa, keduanya menyimpan perbedaan mencolok. Hidangan ini kembali menjadi perbincangan menjelang final Piala Dunia 2026. Argentina dan Inggris sama-sama memiliki makanan berbentuk lipatan berisi isian gurih. Namun, sejarah, cara memasak, hingga bahan pembuatannya berbeda. Perbedaan tersebut mencerminkan budaya kuliner masing-masing negara yang berkembang selama ratusan tahun.
Perbedaan pertama terletak pada nama dan asal-usulnya. Argentina mengenal hidangan itu sebagai empanada, sedangkan Inggris menyebutnya Cornish pasty. Empanada berasal dari pengaruh kuliner Spanyol yang berkembang di Amerika Selatan. Cornish pasty lahir di Cornwall sebagai bekal para penambang timah sejak abad ke-13. Keduanya kemudian menjadi makanan khas yang diwariskan lintas generasi.
Perbedaan kedua terlihat dari bentuk lipatan adonannya. Empanada biasanya memiliki lipatan di bagian atas atau samping. Cornish pasty memiliki lipatan tebal di sisi samping sebagai ciri khasnya. Ketiga, isian keduanya juga berbeda cukup jauh. Empanada umumnya berisi daging sapi cincang, bawang, telur rebus, zaitun, dan rempah. Cornish pasty menggunakan potongan daging sapi, kentang, bawang, serta lobak putih. Keempat, teknik memasaknya juga tidak selalu sama. Empanada dapat dipanggang atau digoreng, sedangkan Cornish pasty hampir selalu dipanggang.
Perbedaan kelima terdapat pada status budaya masing-masing makanan. Empanada hadir dalam berbagai variasi di setiap provinsi Argentina. Cornish pasty memperoleh status Protected Geographical Indication dari Inggris dan Uni Eropa. Status tersebut melindungi resep tradisional serta daerah asal pembuatannya. Meski sekilas tampak serupa, kedua hidangan memiliki identitas kuliner yang berbeda. Keunikan itu menjadikan empanada dan Cornish pasty sama-sama dikenal sebagai ikon gastronomi nasional.