Konsumsi telur dalam jumlah sedang kembali dikaitkan dengan manfaat bagi kesehatan otak. Sebuah penelitian terbaru menemukan bahwa makan sedikitnya lima butir telur per minggu berhubungan dengan risiko Alzheimer yang lebih rendah. Temuan tersebut berasal dari penelitian yang diterbitkan dalam The Journal of Nutrition. Meski demikian, peneliti menegaskan hasil ini menunjukkan hubungan, bukan bukti bahwa telur secara langsung mencegah Alzheimer.
Penelitian melibatkan 39.498 orang berusia 65 tahun ke atas yang tergabung dalam Adventist Health Study-2 di Amerika Serikat. Para peserta dipantau selama rata-rata 15,3 tahun melalui data pola makan dan catatan Medicare. Hasilnya menunjukkan peserta yang mengonsumsi telur lima kali atau lebih setiap minggu memiliki risiko diagnosis Alzheimer sekitar 27 persen lebih rendah dibandingkan mereka yang jarang atau tidak pernah makan telur. Bahkan, konsumsi telur satu kali seminggu maupun dua hingga empat kali seminggu juga dikaitkan dengan penurunan risiko.
Peneliti menduga manfaat tersebut berasal dari kandungan kolin, vitamin B12, lutein, zeaxanthin, fosfolipid, dan asam lemak omega-3 dalam telur. Kolin berperan penting dalam pembentukan asetilkolin, yaitu neurotransmiter yang mendukung fungsi memori dan pembelajaran. Nutrisi tersebut juga membantu menjaga kesehatan sel saraf seiring bertambahnya usia.
Meski hasilnya menjanjikan, para ahli mengingatkan masyarakat agar tidak mengandalkan telur sebagai satu-satunya cara menjaga kesehatan otak. Pola makan seimbang, olahraga rutin, tidur cukup, dan pengendalian tekanan darah tetap menjadi faktor penting dalam menurunkan risiko demensia. Peneliti juga menilai diperlukan studi lanjutan untuk memastikan apakah hubungan tersebut berlaku pada populasi yang lebih beragam, karena penelitian ini dilakukan pada kelompok dengan gaya hidup relatif sehat.