Sudah minum obat dan beristirahat bukan berarti tubuh langsung pulih dari penyakit. Lama pemulihan bergantung pada penyebab, kondisi tubuh, serta jenis penyakit yang dialami. Beberapa infeksi memang membutuhkan waktu sebelum gejalanya benar-benar menghilang. Infeksi saluran pernapasan, misalnya, umumnya dapat berlangsung selama satu hingga dua minggu.
Salah satu penyebabnya adalah obat yang digunakan tidak sesuai dengan sumber penyakit. Antibiotik hanya bekerja terhadap bakteri dan tidak efektif untuk infeksi virus. WHO juga menyebut sebagian besar infeksi saluran pernapasan disebabkan virus. Karena itu, penggunaan antibiotik tidak otomatis mempercepat pemulihan.
Selain penyebab penyakit, beberapa kondisi membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut. Gejala yang menetap dapat menandakan diagnosis awal perlu dievaluasi kembali. Efek samping obat juga terkadang membuat tubuh terasa belum membaik. Kementerian Kesehatan menyarankan berkonsultasi jika gejala tidak kunjung membaik setelah tiga hari.
Kepatuhan terhadap aturan penggunaan obat juga berpengaruh terhadap keberhasilan pengobatan. Obat sebaiknya digunakan sesuai dosis dan petunjuk tenaga kesehatan. Khusus antibiotik, penggunaannya harus sesuai resep dan tidak boleh dihentikan sembarangan. Penggunaan yang tidak tepat dapat meningkatkan risiko resistensi antimikroba.
Jika kondisi justru memburuk, jangan menunggu terlalu lama untuk mencari pertolongan medis. Sesak napas, nyeri dada, kebingungan, atau kondisi sangat lemah membutuhkan evaluasi segera. Pemeriksaan dokter diperlukan untuk menentukan penyebab dan terapi yang paling sesuai.