Mikroplastik selama ini sering dikaitkan dengan limbah yang dihasilkan saat pakaian sintetis dicuci.
Namun, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa serat mikroplastik juga dapat terlepas ketika pakaian digunakan dalam aktivitas sehari-hari.
Temuan ini menambah kekhawatiran mengenai sumber pencemaran mikroplastik yang semakin sulit dihindari.
Pakaian berbahan poliester, nilon, akrilik, dan serat sintetis lainnya menjadi penyumbang utama pelepasan mikroplastik.
Gesekan yang terjadi saat seseorang berjalan, berolahraga, atau melakukan aktivitas rutin dapat menyebabkan serat-serat kecil terlepas ke udara.
Partikel tersebut kemudian menyebar ke lingkungan dan berpotensi terhirup oleh manusia.
Para peneliti menemukan bahwa pelepasan serat tidak hanya terjadi di mesin cuci.
Penggunaan pakaian sehari-hari juga berkontribusi terhadap jumlah mikroplastik yang beredar di dalam ruangan maupun lingkungan sekitar.
Karena ukurannya sangat kecil, partikel ini sering tidak terlihat oleh mata dan sulit dikendalikan.
Mikroplastik telah ditemukan di berbagai tempat, mulai dari lautan, tanah, hingga rantai makanan manusia.
Sejumlah penelitian juga mendeteksi keberadaannya dalam air minum, udara, dan bahkan jaringan tubuh manusia.
Meski dampak jangka panjangnya masih terus diteliti, para ahli menilai paparan mikroplastik perlu mendapat perhatian serius.
Untuk mengurangi pelepasan mikroplastik, masyarakat dapat mempertimbangkan penggunaan pakaian berbahan alami seperti katun, linen, atau wol.
Merawat pakaian dengan baik juga dapat membantu mengurangi kerusakan serat yang memicu pelepasan partikel.
Di sisi lain, industri tekstil terus didorong untuk mengembangkan bahan yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Meningkatnya kesadaran mengenai mikroplastik menunjukkan bahwa pencemaran tidak hanya berasal dari sampah plastik sekali pakai.
Produk yang digunakan setiap hari, termasuk pakaian, juga dapat menjadi sumber partikel mikroplastik yang tersebar ke lingkungan.
Karena itu, perubahan pola konsumsi dan inovasi industri menjadi langkah penting untuk mengurangi dampak pencemaran di masa depan.