Teh dan kopi menjadi minuman favorit untuk memulai hari. Keduanya mengandung kafein yang membantu meningkatkan kewaspadaan dan konsentrasi. Meski memiliki manfaat serupa, kandungan nutrisi keduanya berbeda. Pilihan terbaik bergantung pada kondisi kesehatan dan kebutuhan masing-masing orang. Ahli gizi menyebut keduanya aman dikonsumsi dalam jumlah wajar.
Kopi mengandung kafein lebih tinggi dibanding teh. Satu cangkir kopi seduh mengandung sekitar 95 miligram kafein. Sementara itu, teh hitam mengandung sekitar 40 hingga 50 miligram kafein. Kafein dapat membantu meningkatkan fokus dan mengurangi rasa kantuk. Namun, konsumsi berlebihan dapat memicu jantung berdebar dan sulit tidur.
Teh kaya akan senyawa antioksidan bernama katekin dan flavonoid. Senyawa tersebut membantu melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas. Kopi juga mengandung antioksidan yang bermanfaat bagi tubuh. Sejumlah penelitian menunjukkan konsumsi kopi dan teh berkaitan dengan penurunan risiko penyakit jantung. Konsumsi tetap harus disesuaikan dengan kondisi kesehatan setiap individu.
Bagi yang membutuhkan energi cepat, kopi dapat menjadi pilihan pada pagi hari. Bagi yang sensitif terhadap kafein, teh bisa menjadi alternatif lebih ringan. Hindari menambahkan gula dan krimer secara berlebihan pada kedua minuman tersebut. Pola makan seimbang dan tidur yang cukup tetap menjadi kunci kesehatan. Baik teh maupun kopi dapat menjadi bagian dari gaya hidup sehat jika dikonsumsi secara bijak dan tidak melebihi batas harian yang dianjurkan.