Kampung Adat Wae Rebo di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, kembali menerima kunjungan wisatawan mulai 1 Agustus 2026. Sebelumnya, destinasi yang dijuluki “desa di atas awan” itu ditutup sementara sejak 20 Juli akibat hujan lebat dan kondisi jalur trekking yang membahayakan. Lembaga Pelestari Budaya Wae Rebo memastikan pembukaan kembali dilakukan setelah cuaca membaik dan akses menuju desa dinyatakan aman. Wisatawan kini kembali dapat menikmati keindahan alam serta budaya masyarakat setempat.
Sebelum memulai perjalanan, seluruh pengunjung wajib melakukan registrasi di Wae Rebo Tourist Information Center (TIC) yang berada di Dusun Kombo. Pengelola juga mengingatkan wisatawan untuk mengikuti seluruh arahan petugas selama berada di kawasan wisata. Sistem pembayaran tiket kini dilakukan di TIC sebelum pendakian dimulai. Pengunjung disarankan melakukan pemesanan satu hingga dua minggu sebelum jadwal keberangkatan, terutama saat musim liburan.
Biaya kunjungan menginap ditetapkan sebesar Rp325.000 per orang per malam. Tarif tersebut sudah termasuk tiga kali makan selama berada di Kampung Adat Wae Rebo. Sementara itu, wisatawan yang memilih perjalanan sehari atau day trip dikenakan biaya Rp200.000 per orang. Pengunjung juga diwajibkan menggunakan pemandu lokal resmi dengan tarif sekitar Rp500.000 untuk perjalanan dua hari satu malam. Porter dan ojek menuju titik awal trekking tersedia dengan biaya tambahan sesuai kebutuhan.
Pengelola meminta seluruh wisatawan menghormati adat istiadat dan menjaga kelestarian lingkungan selama berkunjung. Pengunjung dilarang membawa minuman beralkohol, mengenakan pakaian terbuka, serta trekking setelah pukul 16.00 WITA demi keselamatan. Dengan dibukanya kembali Wae Rebo, wisatawan dapat kembali menikmati salah satu desa adat paling ikonik di Indonesia yang telah memperoleh pengakuan internasional atas pelestarian budaya dan arsitekturnya.