Asam urat dapat meningkat ketika tubuh menghasilkan terlalu banyak urat atau kesulitan membuangnya. Salah satu pemicunya adalah konsumsi makanan dengan kandungan purin tinggi. Purin akan dipecah tubuh menjadi asam urat sebelum dibuang melalui ginjal. Kadar berlebihan dapat membentuk kristal pada persendian dan memicu serangan gout.
Beberapa makanan memiliki kandungan purin tinggi sehingga konsumsinya perlu dibatasi pada penderita gout. Jeroan seperti hati, ginjal, jantung, dan otak termasuk kelompok yang perlu dihindari. Daging merah seperti sapi dan kambing juga mengandung purin dalam jumlah lebih tinggi. Konsumsi berlebihan dapat meningkatkan risiko munculnya serangan pada orang yang sudah rentan.
Jenis makanan laut tertentu juga berkaitan dengan peningkatan kadar asam urat. Contohnya meliputi ikan teri, sarden, kerang, udang, dan beberapa jenis ikan lainnya. Mayo Clinic menyarankan penderita gout membatasi porsi daging merah dan makanan laut tertentu. Namun, kebutuhan setiap orang dapat berbeda berdasarkan kondisi kesehatan dan anjuran dokter.
Selain makanan tinggi purin, minuman manis dengan fruktosa juga perlu diperhatikan. Minuman bersoda dan minuman dengan tambahan gula dapat meningkatkan risiko serangan gout. Alkohol, khususnya bir dan minuman beralkohol tertentu, juga berhubungan dengan peningkatan risiko. Karena itu, pengaturan pola makan tidak hanya berfokus pada makanan berpurin.
Secara ringkas, 10 kelompok yang perlu diwaspadai meliputi jeroan, daging merah, teri, sarden, kerang, udang, dan makanan laut tertentu. Minuman tinggi fruktosa, makanan tinggi gula, serta alkohol juga sebaiknya dibatasi. Bukan berarti semua makanan tersebut selalu menyebabkan gout pada setiap orang. Pola makan seimbang, berat badan sehat, dan cukup minum membantu pengelolaan kadar asam urat.