Kemampuan beradaptasi membantu seseorang menghadapi perubahan lingkungan, pekerjaan, hubungan, dan berbagai tantangan kehidupan. American Psychological Association mengaitkan kemampuan adaptasi dengan fleksibilitas menghadapi tuntutan situasi. Orang adaptif bukan berarti selalu nyaman menghadapi perubahan. Mereka mampu menyesuaikan respons ketika keadaan tidak berjalan sesuai rencana.
Ciri pertama adalah terbuka terhadap perubahan dan tidak terlalu terpaku pada satu cara. Kedua, mereka bersedia mempelajari keterampilan baru ketika situasi membutuhkan. Ketiga, orang adaptif mampu mencari alternatif ketika rencana awal mengalami hambatan. Keempat, mereka dapat menerima masukan tanpa langsung menganggapnya sebagai serangan pribadi.
Kelima, orang adaptif biasanya mampu mengelola emosi ketika menghadapi tekanan. Keenam, mereka dapat menerima ketidakpastian tanpa kehilangan kemampuan mengambil keputusan. Ketujuh, mereka memiliki rasa ingin tahu terhadap pengalaman dan perspektif baru. Kedelapan, mereka mampu mengubah prioritas ketika kondisi atau kebutuhan mengalami perubahan.
Kesembilan, kemampuan memecahkan masalah menjadi karakter penting dalam menghadapi situasi baru. Mereka berusaha memahami masalah sebelum menentukan tindakan yang dianggap paling sesuai. Kesepuluh, orang adaptif bersedia meminta bantuan ketika kemampuan pribadi belum mencukupi. Kesebelas, mereka dapat belajar dari kesalahan tanpa terus terjebak pada kegagalan sebelumnya.
Ciri kedua belas adalah memiliki pola pikir berkembang atau growth mindset ketika menghadapi tantangan. Konsep ini dikembangkan psikolog Stanford, Carol Dweck, melalui penelitian mengenai keyakinan terhadap kemampuan manusia. Orang dengan pola tersebut melihat kemampuan sebagai sesuatu yang dapat berkembang melalui pembelajaran dan usaha. Namun, kemampuan beradaptasi tetap dipengaruhi pengalaman, lingkungan, dukungan sosial, dan karakter setiap individu. Adaptasi juga bukan berarti selalu mengikuti orang lain atau mengabaikan batasan pribadi. Kemampuan ini lebih berkaitan dengan fleksibilitas dalam menentukan respons sesuai kebutuhan dan keadaan.