Anak picky eater sering menolak makanan baru karena belum terbiasa dengan rasa, aroma, atau teksturnya. Kondisi ini cukup umum pada masa pertumbuhan. American Academy of Pediatrics menyarankan pendekatan santai tanpa tekanan saat mengenalkan makanan.
Pertama, sajikan makanan baru bersama makanan yang sudah disukai anak. Cara tersebut membuat anak merasa lebih nyaman saat melihat makanan asing. Kedua, berikan porsi kecil agar anak tidak merasa terbebani. Ketiga, jangan memaksa anak menghabiskan makanan yang ditolak. Tekanan justru dapat membuat waktu makan semakin menegangkan.
Keempat, terus tawarkan makanan yang sebelumnya ditolak pada kesempatan berikutnya. Anak terkadang membutuhkan 15 hingga 20 kali paparan sebelum menerima makanan tertentu. Kelima, ajak anak memilih bahan makanan saat berbelanja atau membantu proses memasak. Keterlibatan tersebut dapat membuat anak lebih tertarik mengenal makanan baru.
Keenam, orangtua perlu menjadi contoh dengan menikmati makanan yang beragam di depan anak. Anak cenderung belajar dari kebiasaan orangtua dan anggota keluarga lainnya. Ketujuh, buat tampilan makanan lebih menarik dengan bentuk, warna, atau cara penyajian berbeda. Makanan baru juga dapat dipasangkan dengan makanan yang sudah familiar.
Yang terpenting, proses mengenalkan makanan baru membutuhkan kesabaran dan konsistensi. Orangtua sebaiknya tidak menjadikan makanan sebagai arena tawar-menawar atau pertengkaran. Jika pola makan anak sangat terbatas atau mengganggu pertumbuhan, konsultasikan kondisinya kepada dokter anak atau ahli gizi.