Bos Sido Muncul Ungkap Alasan Buka Resto Ayam Goreng Bima Yamgor

0 0
Read Time:1 Minute, 15 Second

Direktur PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk, Irwan Hidayat, mengungkap alasan di balik pendirian restoran Bima Ayam Goreng atau Bima Yamgor di kawasan Cipete, Jakarta Selatan. Menurutnya, membuka restoran ayam goreng merupakan impian yang telah disimpan selama lebih dari 12 tahun. Ia ingin menghadirkan ayam goreng khas Indonesia yang mampu bersaing dengan merek-merek luar negeri tanpa harus bergantung pada lisensi atau royalti.

Irwan mengatakan ayam goreng dipilih karena merupakan makanan favorit masyarakat Indonesia sekaligus hidangan kesukaannya. Selama bertahun-tahun, ia mengembangkan resep secara mandiri melalui proses riset dan uji coba agar menghasilkan cita rasa yang konsisten. Bahkan, nama Bima Yamgor telah didaftarkan sebagai merek sejak belasan tahun lalu sebelum akhirnya diwujudkan menjadi sebuah restoran. Ia sengaja menggunakan istilah “ayam goreng” daripada “fried chicken” untuk menegaskan identitas kuliner Indonesia.

Nama Bima dipilih karena terinspirasi dari tokoh pewayangan yang dikenal kuat, setia, dan pernah bekerja sebagai juru masak dalam kisah Mahabharata. Selain itu, nama tersebut juga berkaitan dengan produk andalan Sido Muncul, Kuku Bima. Irwan berharap merek Bima Yamgor dapat berkembang menjadi jaringan waralaba nasional yang mengangkat kekayaan kuliner Nusantara. Seluruh menu utama, termasuk ayam goreng dan sambalnya, merupakan hasil racikan dirinya bersama sang istri.

Melalui Bima Yamgor, Irwan ingin membuktikan bahwa kuliner tradisional Indonesia memiliki kualitas yang mampu bersaing di pasar modern. Ia menilai keberhasilan sebuah restoran bergantung pada cita rasa yang konsisten dan bahan baku berkualitas. Jika mendapat sambutan positif dari masyarakat, Irwan berencana memperluas jaringan Bima Yamgor ke berbagai daerah di Indonesia melalui sistem waralaba.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %