7 Daging Ekstrem yang Dimakan di Dunia, Ada Kanguru hingga Beruang Hitam

0 0
Read Time:1 Minute, 3 Second

Daging sapi, ayam, dan kambing menjadi konsumsi umum di banyak negara. Namun, beberapa wilayah memiliki tradisi menyantap daging yang dianggap ekstrem. Perbedaan budaya membuat makanan tersebut diterima sebagai hidangan sehari-hari. Sebagian bahkan dipercaya memiliki cita rasa dan manfaat tersendiri.

Australia dikenal sebagai salah satu negara yang mengonsumsi daging kanguru. Daging itu rendah lemak dan tinggi protein sehingga diminati sebagian masyarakat. Kanguru juga dikendalikan populasinya karena dianggap mengganggu lahan pertanian. Selain kanguru, daging buaya dan ular piton juga dikonsumsi di beberapa negara. Olahan tersebut banyak ditemukan di Australia, Amerika Serikat, dan beberapa kawasan Asia.

Di Amerika Utara, sebagian masyarakat mengolah daging beruang hitam menjadi hidangan tradisional. Daging itu biasanya dimasak hingga matang untuk mengurangi risiko penyakit. Beruang hitam juga menjadi santapan musiman di beberapa daerah berburu. Sementara itu, daging rusa dan babi hutan masih populer di sejumlah negara Eropa. Hidangan tersebut umumnya disajikan dalam bentuk panggang, semur, atau sosis.

Daftar daging ekstrem lainnya mencakup kelinci, burung unta, dan guinea pig atau marmut. Di Peru, guinea pig menjadi makanan tradisional bernama cuy. Hidangan itu telah dikonsumsi masyarakat Andes selama ratusan tahun. Meski terdengar tidak biasa bagi sebagian orang, makanan tersebut mencerminkan keragaman budaya kuliner dunia. Perbedaan kebiasaan membuat makanan ekstrem di suatu negara menjadi hidangan biasa di negara lain.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %