Mongol Kenang Temon sebagai Sosok yang Tak Pernah Merasa Senior

0 0
Read Time:1 Minute, 9 Second

Kepergian komedian Simson Rarameha Ngadang atau Temon meninggalkan duka mendalam bagi rekan seprofesinya. Salah satunya datang dari komika Mongol Stres yang mengenang almarhum sebagai pribadi rendah hati. Mongol menyampaikan kenangannya saat melayat di rumah duka GPIB Effatha, Melawai, Jakarta Selatan, Senin. Menurutnya, Temon merupakan sosok yang tidak pernah membedakan senior dan junior. Ia justru selalu membuka ruang untuk saling belajar antarseniman.

Mongol mengatakan Temon selalu mengajaknya bertukar pengalaman mengenai teknik menghibur penonton. Meski lebih dahulu terkenal, Temon tidak sungkan belajar tentang stand up comedy. Temon bahkan meminta Mongol berbagi pengalaman mengenai penguasaan panggung. Sikap itu membuat Mongol merasa sangat dihargai sebagai komedian yang lebih muda. Baginya, Temon adalah mentor sekaligus sahabat yang tulus.

Kenangan lain juga muncul ketika Mongol mendapat kesempatan bermain sinetron untuk pertama kalinya. Temon menjadi salah satu orang pertama yang memberikan ucapan selamat kepadanya. Dukungan sederhana itu masih membekas dalam ingatan Mongol hingga sekarang. Ia menilai Temon selalu memberikan semangat kepada rekan yang sedang berkembang. Menurutnya, perhatian seperti itu menjadi ciri khas almarhum semasa hidup.

Mongol juga mengungkapkan latar belakang Temon sebagai lulusan psikologi membentuk kepribadiannya yang tenang dan bijaksana. Almarhum dikenal tidak banyak berbicara, tetapi setiap nasihatnya selalu bermakna. Selain menghibur masyarakat, Temon juga membagikan ilmu kepada banyak rekan tanpa memandang status. Mongol berharap seluruh kebaikan almarhum menjadi amal jariyah yang terus mengalir. Sosok Temon akan selalu dikenang sebagai seniman rendah hati yang menginspirasi banyak orang.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %