Penyakit liver sering berkembang tanpa gejala yang jelas pada tahap awal. Akibatnya, banyak orang tidak menyadari kondisinya hingga kerusakan hati semakin parah. Menurut para dokter, beberapa gejala awal penyakit liver dapat menyerupai GERD atau penyakit asam lambung. Kondisi tersebut membuat sebagian pasien mengira keluhannya hanya gangguan pencernaan biasa. Karena itu, pemeriksaan medis diperlukan jika gejala berlangsung lama atau terus berulang.
Salah satu gejala yang kerap muncul adalah rasa tidak nyaman atau nyeri pada perut bagian atas. Keluhan tersebut dapat disertai sensasi penuh, mual, perut kembung, dan mudah kenyang. Gejala ini sering dianggap sebagai asam lambung naik atau gangguan lambung lainnya. Padahal, pembengkakan hati atau peradangan dapat menimbulkan rasa nyeri di area yang sama. Pada sebagian kasus, penderita juga mengalami penurunan nafsu makan dan tubuh terasa cepat lelah.
Dokter menjelaskan bahwa penyakit liver biasanya disertai tanda lain yang tidak ditemukan pada GERD. Tanda tersebut meliputi kulit dan mata menguning, urine berwarna gelap, tinja pucat, serta gatal pada kulit. Sebagian pasien juga mengalami pembengkakan pada perut atau tungkai akibat penumpukan cairan. Jika gejala tersebut muncul bersamaan dengan keluhan pencernaan, pemeriksaan fungsi hati perlu segera dilakukan. Diagnosis dini dapat membantu menentukan penyebab dan mencegah kerusakan hati yang lebih berat.
Menjaga kesehatan hati dapat dilakukan dengan menerapkan pola hidup sehat setiap hari. Batasi konsumsi minuman beralkohol, pertahankan berat badan ideal, dan konsumsi makanan bergizi seimbang. Hindari penggunaan obat tanpa anjuran tenaga medis karena dapat membebani fungsi hati. Apabila keluhan menyerupai asam lambung tidak kunjung membaik setelah pengobatan, segera konsultasikan kepada dokter. Pemeriksaan lebih lanjut dapat memastikan apakah gejala berasal dari lambung atau gangguan pada organ hati.