Hilangnya sejumlah video penampilan BTS dari kanal resmi Grammy memicu perdebatan besar di kalangan penggemar. Sebagian ARMY menduga penghapusan berkaitan dengan keputusan BTS tidak mengikuti Grammy Awards 2027. Dugaan tersebut muncul karena waktunya berdekatan dengan pengumuman grup asal Korea Selatan itu. Namun, informasi yang beredar menunjukkan penghapusan video tidak hanya terjadi pada konten BTS. Sejumlah penampilan artis lain dari periode tertentu juga dilaporkan menghilang.
Pembatasan penayangan video pertunjukan musik dapat terjadi karena persoalan lisensi dan hak distribusi. Konten yang menggunakan musik berhak cipta biasanya memiliki kesepakatan penayangan dengan jangka waktu tertentu. Ketika hak tersebut berakhir, pemilik kanal dapat menarik atau membatasi akses terhadap video. YouTube juga memiliki mekanisme Content ID yang memungkinkan pembatasan ketika terdapat klaim hak cipta.
Kontroversi semakin ramai setelah BTS memastikan tidak akan mengajukan musik mereka untuk Grammy Awards 2027. Keputusan tersebut menyusul hadirnya kategori Best Asian Pop Music Performance. BTS berharap karya musik dapat diapresiasi tanpa dibatasi berdasarkan wilayah maupun bahasa. Recording Academy menyatakan kecewa, tetapi menghormati keputusan ketujuh anggota BTS tersebut.
CEO Recording Academy Harvey Mason Jr. menjelaskan kategori Asian Pop dibuat untuk memperluas pengakuan terhadap musik Asia. Menurutnya, kategori tersebut tidak menghalangi musisi Asia bersaing dalam kategori utama Grammy. Album maupun lagu yang memenuhi ketentuan tetap dapat masuk kategori seperti Album of the Year.
Karena itu, klaim bahwa video BTS sengaja dihapus sebagai balasan atas keputusan mereka belum memiliki bukti kuat. Penghapusan konten tampaknya lebih luas dan tidak eksklusif menyasar BTS. Hingga terdapat penjelasan spesifik mengenai setiap video, persoalan lisensi menjadi penjelasan yang lebih masuk akal.