Kebakaran Bromo Tembus 127 Hektare, Menjalar ke Wisata B29

0 0
Read Time:1 Minute, 19 Second

Kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Bromo terus meluas selama musim kemarau. Luas area yang terdampak dilaporkan telah mencapai sekitar 127 hektare. Kobaran api menjalar melalui vegetasi kering berupa ilalang, semak belukar, dan pepohonan di kawasan perbukitan. Kondisi angin yang cukup kencang membuat proses pemadaman menjadi lebih sulit serta mempercepat penyebaran api ke sejumlah titik.

Api dilaporkan bergerak menuju kawasan wisata B29 di Desa Argosari, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang. Lokasi yang dikenal sebagai “Negeri di Atas Awan” itu menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan di sekitar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Sebagai langkah antisipasi, petugas meningkatkan pemantauan untuk mencegah api merambat lebih jauh ke jalur wisata maupun mendekati permukiman warga.

Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, Perhutani, TNI, Polri, pemerintah daerah, serta relawan terus melakukan upaya pengendalian kebakaran. Namun, medan yang curam dan sulit dijangkau membuat pemadaman dilakukan secara bertahap. Petugas juga memanfaatkan pemantauan visual untuk memastikan tidak muncul titik api baru yang berpotensi meluas. Hingga laporan terakhir, sebagian besar kobaran api telah berhasil dikendalikan, meski masih terdapat beberapa titik panas yang terus diawasi.

Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru sebelumnya telah mengingatkan bahwa kawasan Bromo memasuki periode rawan kebakaran saat musim kemarau. Pengunjung diminta tidak menyalakan api, membuang puntung rokok sembarangan, atau melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran. Imbauan tersebut bertujuan menjaga keselamatan wisatawan sekaligus melindungi ekosistem kawasan konservasi.

Pemerintah bersama tim gabungan terus memantau perkembangan situasi hingga kebakaran benar-benar dinyatakan padam. Masyarakat dan wisatawan diimbau mengikuti informasi resmi mengenai kondisi kawasan sebelum berkunjung. Langkah kewaspadaan dinilai penting untuk mengurangi risiko kebakaran susulan selama musim kemarau masih berlangsung.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %