Jangan Biarkan Permainan Tradisional Hilang, Pakar Sebut Manfaatnya Luar Biasa untuk Anak

0 0
Read Time:1 Minute, 28 Second

Permainan Tradisional semakin jarang dimainkan di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Padahal, berbagai penelitian dan pakar pendidikan anak menilai permainan seperti petak umpet, engklek, gobak sodor, congklak, hingga egrang memiliki manfaat besar bagi tumbuh kembang anak, baik dari sisi fisik, sosial, maupun emosional.

Pakar pendidikan anak menjelaskan bahwa permainan tradisional mampu mendorong anak lebih aktif bergerak. Berbeda dengan permainan digital yang membuat anak lebih banyak duduk, permainan tradisional melibatkan aktivitas fisik sehingga membantu meningkatkan kebugaran, keseimbangan tubuh, koordinasi, dan kemampuan motorik.

Selain menyehatkan tubuh, permainan tradisional juga melatih kemampuan bersosialisasi. Anak belajar bekerja sama, berkomunikasi, menghargai teman, serta menyelesaikan konflik saat bermain bersama. Pengalaman tersebut penting untuk membentuk kecerdasan sosial sejak usia dini.

Permainan tradisional juga mengajarkan nilai-nilai karakter, seperti kejujuran, sportivitas, disiplin, dan tanggung jawab. Setiap permainan memiliki aturan yang harus dipatuhi sehingga anak belajar menerima kemenangan maupun kekalahan dengan sikap yang positif.

Dari sisi perkembangan kognitif, berbagai permainan tradisional menuntut anak berpikir kreatif dan menyusun strategi. Aktivitas tersebut membantu meningkatkan kemampuan memecahkan masalah, mengambil keputusan, serta melatih daya ingat dan konsentrasi.

Tak hanya itu, permainan tradisional juga menjadi bagian dari warisan budaya Indonesia. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menilai pelestarian permainan tradisional penting untuk memperkuat identitas budaya, menanamkan nilai gotong royong, serta mengenalkan kearifan lokal kepada generasi muda.

Meski demikian, keberadaan permainan tradisional kini semakin tergerus oleh gawai dan permainan daring. Data menunjukkan Indonesia memiliki ribuan jenis permainan tradisional, namun banyak di antaranya mulai jarang dimainkan oleh anak-anak. Kondisi ini menjadi perhatian berbagai kalangan agar permainan tersebut tidak hilang ditelan zaman.

Para pakar menyarankan orang tua dan sekolah mulai kembali mengenalkan permainan tradisional dalam kegiatan sehari-hari. Selain memberikan pengalaman bermain yang menyenangkan, aktivitas tersebut dapat membantu anak tumbuh lebih sehat, mandiri, kreatif, sekaligus mencintai budaya bangsa sejak usia dini.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %