Tak Cukup Batasi Screen Time, Psikolog Sebut Anak Juga Perlu Aktivitas Pengganti

0 0
Read Time:1 Minute, 9 Second

Membatasi screen time menjadi langkah penting bagi orang tua. Namun, psikolog menilai cara itu belum cukup untuk mengurangi ketergantungan anak pada gawai. Anak juga membutuhkan aktivitas pengganti yang menarik dan sesuai usianya. Aktivitas tersebut membantu mengalihkan perhatian dari layar sekaligus mendukung perkembangan fisik, sosial, dan emosional. Pendekatan ini dinilai lebih efektif dibandingkan hanya melarang penggunaan gadget.

Aktivitas pengganti dapat berupa membaca buku, menggambar, bermain peran, menyusun balok, atau bermain di luar rumah. Orang tua juga bisa mengajak anak bersepeda, berkebun, atau berolahraga bersama. Kegiatan tersebut melatih kreativitas, kemampuan berkomunikasi, dan keterampilan motorik anak. Interaksi langsung dengan keluarga maupun teman sebaya juga membantu perkembangan sosial. Para ahli menilai anak lebih mudah menerima aturan jika memiliki pilihan kegiatan yang menyenangkan.

Selain menyediakan aktivitas alternatif, orang tua perlu menjadi contoh dalam penggunaan gawai. Hindari terlalu sering bermain ponsel saat bersama anak. Buat aturan waktu bebas layar, misalnya ketika makan atau menjelang tidur. American Academy of Pediatrics juga menganjurkan penggunaan media secara bijak sesuai usia anak. Konsistensi seluruh anggota keluarga akan membantu anak membangun kebiasaan digital yang lebih sehat.

Psikolog menegaskan tujuan utama bukan menghilangkan penggunaan teknologi sepenuhnya. Gadget tetap dapat dimanfaatkan untuk belajar dan hiburan yang sesuai usia. Namun, waktu anak harus diimbangi dengan aktivitas fisik, permainan kreatif, dan interaksi sosial. Dengan cara tersebut, tumbuh kembang anak dapat berlangsung lebih optimal. Risiko gangguan tidur, emosi, dan konsentrasi akibat screen time berlebihan juga dapat dikurangi.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %