Banyak orang tua mengeluhkan Fokus Anak yang mudah teralihkan oleh gawai, televisi, atau lingkungan sekitar. Padahal, kemampuan konsentrasi dapat dilatih melalui berbagai aktivitas sederhana yang menyenangkan dan tidak terasa seperti belajar.
Aktivitas pertama adalah menyusun puzzle. Permainan ini membantu anak melatih konsentrasi, kemampuan memecahkan masalah, dan kesabaran saat mencari potongan yang tepat.
Kedua, bermain balok susun atau konstruksi. Saat membangun bentuk tertentu, anak harus memperhatikan detail dan merencanakan langkah-langkah yang akan dilakukan.
Ketiga, membaca cerita bersama orang tua. Kegiatan ini membantu anak melatih perhatian, memperkaya kosakata, dan meningkatkan kemampuan memahami informasi.
Keempat, permainan mencari perbedaan gambar. Aktivitas sederhana ini efektif melatih ketelitian dan kemampuan fokus terhadap detail kecil.
Kelima, menggambar dan mewarnai. Selain mengembangkan kreativitas, kegiatan ini membantu anak mempertahankan perhatian pada satu tugas dalam jangka waktu tertentu.
Keenam, bermain memori atau kartu pasangan gambar. Permainan ini melatih daya ingat sekaligus kemampuan anak untuk berkonsentrasi saat mencari pasangan kartu yang sesuai.
Ketujuh, berkebun atau merawat tanaman. Aktivitas tersebut mengajarkan anak untuk memperhatikan proses, mengikuti rutinitas, dan bertanggung jawab terhadap tugas yang dilakukan.
Para ahli perkembangan anak menilai kemampuan fokus tidak terbentuk secara instan. Dengan aktivitas yang tepat dan dilakukan secara rutin, anak dapat belajar berkonsentrasi lebih baik tanpa merasa tertekan. Kunci utamanya adalah menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan sesuai dengan usia anak.