Kegiatan Mendongeng kembali mendapat perhatian dalam Gala Cerita Rakyat Indonesia 2026. Acara yang melibatkan pendongeng, pendidik, dan pemerhati anak itu menekankan bahwa dongeng bukan sekadar hiburan, tetapi juga sarana penting untuk membangun kecerdasan emosional dan karakter anak.
Para ahli pendidikan menjelaskan bahwa cerita rakyat mengandung banyak nilai kehidupan. Melalui tokoh dan alur cerita, anak dapat belajar tentang kejujuran, tanggung jawab, kerja keras, keberanian, serta kepedulian terhadap sesama.
Selain itu, mendongeng membantu anak mengenali berbagai emosi. Saat mendengarkan cerita, anak belajar memahami perasaan tokoh yang sedang bahagia, sedih, marah, takut, atau kecewa. Kemampuan ini menjadi dasar penting dalam pengembangan kecerdasan emosional.
Mendongeng juga dapat meningkatkan empati. Anak diajak melihat suatu peristiwa dari sudut pandang orang lain sehingga lebih mudah memahami perasaan dan kebutuhan orang di sekitarnya.
Dalam Gala Cerita Rakyat Indonesia 2026, para peserta juga menyoroti pentingnya pelestarian budaya melalui cerita rakyat. Dongeng lokal dinilai mampu memperkenalkan nilai-nilai budaya sekaligus memperkuat identitas bangsa sejak usia dini.
Tak hanya bermanfaat bagi karakter, mendongeng juga membantu perkembangan bahasa anak. Kosakata baru, kemampuan mendengar, serta keterampilan berkomunikasi dapat berkembang melalui interaksi saat mendengarkan dan menceritakan kembali sebuah kisah.
Para pendidik menyarankan orang tua meluangkan waktu beberapa menit setiap hari untuk membacakan cerita kepada anak. Kebiasaan sederhana tersebut dapat mempererat hubungan keluarga sekaligus memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan.
Melalui pesan yang disampaikan dalam Gala Cerita Rakyat Indonesia 2026, mendongeng dinilai tetap relevan di era digital. Selain memperkaya imajinasi, kegiatan ini menjadi sarana efektif untuk menumbuhkan karakter positif, empati, dan kecerdasan emosional anak sejak dini.