Kimpul menjadi salah satu jenis umbi lokal yang kembali menarik perhatian karena berbagai kreasi makanan unik. Umbi ini dikenal dengan nama ilmiah Xanthosoma sagittifolium dan termasuk keluarga Araceae. Di Indonesia, kimpul telah lama dimanfaatkan sebagai sumber karbohidrat alternatif selain beras dan singkong. Kini, popularitasnya meningkat setelah muncul beragam olahan kreatif di media sosial.
Kimpul memiliki bentuk menyerupai talas sehingga keduanya sering dianggap sebagai tanaman yang sama. Namun, kimpul berasal dari genus Xanthosoma, sedangkan talas umumnya berasal dari genus Colocasia. Umbinya dapat direbus, dikukus, digoreng, atau diolah menjadi tepung untuk berbagai makanan. Kandungan pati membuat tekstur kimpul cocok digunakan sebagai bahan beragam hidangan.
Popularitas kimpul semakin meningkat berkat kreativitas pengolahan makanan yang dibagikan melalui media sosial. Umbi tersebut dapat diolah menjadi hidangan modern dengan tampilan berbeda dari olahan tradisional. Salah satu kreasi yang menarik perhatian adalah lasagna berbahan kimpul. Ada pula olahan yang dibuat menyerupai potongan ayam meski menggunakan bahan dasar umbi.
Penggunaan kimpul dalam makanan modern menunjukkan potensi pangan lokal Indonesia yang semakin luas. Teksturnya dapat disesuaikan melalui berbagai teknik memasak untuk menghasilkan hidangan gurih maupun manis. Kimpul juga mengandung karbohidrat yang menjadikannya sumber energi bagi tubuh. Namun, pengolahannya perlu dilakukan dengan benar sebelum dikonsumsi. Beberapa jenis keluarga talas-talasan mengandung kristal kalsium oksalat yang dapat menyebabkan rasa gatal.
Kemunculan lasagna hingga olahan menyerupai ayam membuat kimpul mendapatkan perhatian baru dari masyarakat. Tren tersebut sekaligus memperkenalkan kembali bahan pangan lokal melalui pendekatan yang lebih modern. Kreativitas pengolahan juga membuka peluang kimpul digunakan pada semakin banyak menu. Umbi sederhana ini akhirnya membuktikan bahan tradisional dapat tampil menarik melalui inovasi kuliner.