Mastitis merupakan peradangan jaringan payudara yang paling sering dialami perempuan ketika sedang menyusui. Kondisi ini terkadang disertai infeksi dan dapat menimbulkan rasa nyeri cukup mengganggu. Gejalanya meliputi payudara membengkak, terasa hangat, kemerahan, serta muncul benjolan atau penebalan jaringan. Penderitanya juga dapat mengalami demam, menggigil, dan merasa tidak sehat.
Salah satu penyebab utama mastitis saat menyusui adalah ASI yang terperangkap di dalam payudara. Saluran ASI yang tersumbat membuat payudara tidak dapat kosong secara optimal. Bakteri juga dapat masuk melalui kulit puting yang mengalami luka atau retakan. Kondisi tersebut memungkinkan bakteri berkembang pada ASI yang tertahan dalam payudara.
Mastitis sebaiknya tidak dibiarkan tanpa penanganan karena berisiko berkembang menjadi abses payudara. Abses merupakan kumpulan nanah yang terbentuk di dalam jaringan payudara akibat infeksi. Mayo Clinic menyebut mastitis yang tidak ditangani dapat menyebabkan penumpukan nanah. Kondisi tersebut biasanya membutuhkan tindakan medis untuk mengeluarkan cairan dari abses.
Penanganan mastitis bergantung pada penyebab dan tingkat keparahan kondisi pasien. Dokter dapat memberikan antibiotik apabila mastitis berkaitan dengan infeksi bakteri. Ibu umumnya tetap dapat menyusui karena aktivitas tersebut membantu mengosongkan payudara. Kompres dingin setelah menyusui, istirahat cukup, dan penggunaan bra penyangga juga dapat membantu meredakan keluhan.
Pemeriksaan medis perlu dilakukan apabila keluhan mengkhawatirkan atau tidak menunjukkan perbaikan setelah pengobatan. NHS menyarankan kembali mencari pertolongan jika gejala tidak membaik dalam dua hari setelah antibiotik. Dugaan abses biasanya diperiksa menggunakan ultrasonografi untuk memastikan adanya kumpulan nanah. Penanganan cepat dapat membantu mencegah komplikasi dan mendukung proses menyusui tetap berjalan dengan aman.