Stunting sering disalahartikan hanya sebagai kondisi anak bertubuh pendek. Padahal, dokter menjelaskan stunting merupakan gangguan pertumbuhan akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang yang dapat memengaruhi perkembangan fisik maupun fungsi otak anak.
Tanda awal stunting tidak hanya tinggi badan yang berada di bawah standar usianya. Anak juga dapat mengalami berat badan yang sulit naik, perkembangan motorik dan kemampuan bicara yang terlambat, serta lebih rentan mengalami infeksi.
Para ahli menekankan pentingnya memantau pertumbuhan anak secara rutin melalui pengukuran tinggi dan berat badan di posyandu atau fasilitas kesehatan. Dengan deteksi sejak dini, gangguan pertumbuhan dapat segera ditangani sebelum berdampak lebih lanjut.
Pencegahan stunting dimulai sejak masa kehamilan dengan pemenuhan gizi ibu, pemberian ASI eksklusif selama enam bulan, MPASI bergizi seimbang, serta menjaga kebersihan lingkungan untuk mencegah penyakit infeksi.
Dokter mengingatkan bahwa stunting dapat dicegah melalui kolaborasi antara orang tua, tenaga kesehatan, dan pemerintah. Semakin cepat tanda-tandanya dikenali, semakin besar peluang anak untuk tumbuh dan berkembang secara optimal.