Peran Ayah tidak hanya sebagai pencari nafkah, tetapi juga pelindung dan pendidik anak. Para ahli menilai keterlibatan ayah sejak dini dapat membantu mengurangi risiko kekerasan seksual dengan membangun rasa aman, kepercayaan diri, dan komunikasi yang terbuka.
Salah satu langkah penting adalah mengajarkan anak tentang batasan tubuh dan hak untuk berkata “tidak” terhadap sentuhan yang membuatnya tidak nyaman. Edukasi ini sebaiknya dilakukan dengan bahasa yang sesuai usia anak.
Ayah juga perlu meluangkan waktu untuk mendengarkan cerita anak tanpa menghakimi. Hubungan yang hangat membuat anak lebih berani melapor jika mengalami atau menyaksikan tindakan yang mengarah pada kekerasan seksual.
Selain itu, orang tua perlu mengawasi aktivitas anak di lingkungan sekitar maupun di ruang digital. Pendampingan saat menggunakan internet dan media sosial dapat membantu mengurangi risiko eksploitasi atau pelecehan secara daring.
Para ahli menegaskan bahwa pencegahan kekerasan seksual merupakan tanggung jawab bersama. Dengan keterlibatan aktif ayah, dukungan ibu, serta lingkungan yang peduli, anak memiliki perlindungan yang lebih kuat untuk tumbuh dengan aman dan percaya diri.