Celana wide leg keluaran Zara menjadi sorotan setelah banyak pembeli mengaku mengalami kecelakaan saat memakainya. Keluhan tersebut ramai dibagikan melalui TikTok, Reddit, dan X dalam beberapa pekan terakhir. Para pengguna memperlihatkan luka lecet, memar, hingga cedera yang diklaim terjadi akibat desain celana. Model itu bahkan dijuluki “deadly trousers” atau celana mematikan oleh warganet. Keluhan viral tersebut memicu perdebatan mengenai keamanan desain pakaian yang sedang tren.
Sebagian besar pembeli menyebut ujung celana yang panjang dan potongan kaki sangat lebar membuat kain mudah terlilit saat berjalan. Kondisi itu dinilai meningkatkan risiko tersandung, terutama di tangga atau permukaan yang tidak rata. Beberapa pengguna mengaku terjatuh hingga mengalami luka di lutut dan tangan. Bahkan, ada yang mengklaim mengalami patah tempurung lutut sehingga harus menggunakan kruk dan kursi roda selama masa pemulihan.
Pakar desain fesyen Emile Vidal Carr menjelaskan celana yang terlalu panjang dan lebar berpotensi tersangkut pada berbagai benda. Risiko juga meningkat ketika dipadukan dengan alas kaki terbuka atau digunakan saat menaiki tangga. Menurutnya, pengguna sebaiknya memastikan panjang celana sesuai ukuran tubuh atau melakukan penyesuaian terlebih dahulu. Namun, beberapa pembeli mengaku tetap mengalami insiden meski celana sudah dipendekkan.
Hingga kini, Zara belum mengumumkan penarikan produk maupun memberikan pernyataan resmi terkait keluhan tersebut. Meski demikian, sejumlah laporan menyebut beberapa gerai menerima pengembalian atau penukaran produk dari pelanggan. Perdebatan pun terus berlangsung mengenai apakah masalah berasal dari desain celana atau cara pengguna memakainya. Tren ini menjadi pengingat bahwa kenyamanan dan keselamatan tetap penting dalam memilih pakaian.