Es teler menjadi salah satu minuman khas Indonesia yang tetap digemari hingga sekarang. Perpaduan alpukat, kelapa muda, nangka, susu, dan es serut menciptakan cita rasa segar. Di balik popularitasnya, tersimpan kisah menarik mengenai sosok yang pertama kali memperkenalkan racikan tersebut. Salah satu kisah paling dikenal berasal dari Murniati Widjaja, seorang ibu rumah tangga yang memiliki hobi memasak. Namanya mulai dikenal setelah memenangkan lomba membuat es teler tingkat nasional pada 1981.
Kemenangan itu menjadi titik awal lahirnya usaha Es Teler 77 yang dibuka pada 1982. Murniati bersama suaminya, Trisno Budianto, mendirikan warung sederhana di kawasan Duta Merlin, Jakarta Pusat. Racikan buah segar, es serut, dan sirup spesial buatannya berhasil menarik perhatian pelanggan. Dalam waktu singkat, usaha tersebut berkembang menjadi salah satu merek kuliner legendaris Indonesia. Es Teler 77 kemudian menjadi pelopor waralaba makanan cepat saji asli Indonesia.
Meski demikian, sejarah es teler memiliki beberapa versi. Sejumlah sumber menyebut minuman tersebut sudah dijual lebih awal oleh Es Teler Sari Mulia Asli di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, sejak 1967. Ada pula cerita yang mengaitkan pencipta awalnya dengan pasangan Samijem dan Tukiman. Perbedaan versi tersebut menunjukkan bahwa asal-usul es teler masih menjadi perbincangan hingga sekarang. Namun, kisah Murniati Widjaja menjadi yang paling banyak dikaitkan dengan popularitas es teler secara nasional.
Kini, es teler tidak hanya dijual di warung tradisional, tetapi juga hadir di berbagai restoran dan pusat perbelanjaan. Variannya semakin beragam dengan tambahan buah, cincau, hingga es krim. Meski tampil lebih modern, cita rasa khas racikan buah tropis tetap menjadi daya tarik utamanya. Minuman ini juga menjadi salah satu ikon kuliner Indonesia yang dikenal hingga mancanegara. Kisah di balik kelahirannya membuktikan bahwa kreativitas sederhana mampu melahirkan warisan kuliner yang bertahan lintas generasi.