Harga Nasi Lemak menjadi sorotan setelah satu porsi hidangan tersebut dijual lebih dari Rp100 ribu di sebuah restoran. Harga yang tidak biasa itu membuat banyak pelanggan terkejut dan memicu perbincangan di media sosial.
Sejumlah pelanggan mengaku tidak menyangka harus membayar hingga ratusan ribu rupiah untuk satu porsi nasi lemak. Sebagian menilai harganya terlalu mahal. Namun, ada pula yang menganggap harga tersebut sebanding dengan kualitas bahan dan penyajiannya.
Pihak restoran menjelaskan harga ditentukan oleh penggunaan bahan baku premium. Menu tersebut menggunakan beras berkualitas, santan segar, seafood pilihan, daging premium, serta pelengkap lain yang didatangkan dari pemasok tertentu. Faktor operasional dan lokasi usaha juga memengaruhi harga jual.
Pengamat kuliner menilai harga makanan premium merupakan bagian dari strategi pasar. Restoran menyasar konsumen yang mencari pengalaman bersantap berbeda. Meski demikian, transparansi harga tetap dinilai penting agar pelanggan mengetahui biaya yang harus dibayarkan sebelum memesan.
Fenomena nasi lemak berharga premium menunjukkan kuliner tradisional kini hadir dalam berbagai kelas pasar. Di sisi lain, masyarakat tetap memiliki banyak pilihan. Nasi lemak dengan harga terjangkau masih mudah ditemukan di warung makan, pusat jajanan, dan pedagang kaki lima di berbagai daerah.