Banyak orang mengira matcha berasal dari Jepang. Padahal, sejarah menunjukkan Asal Usul Matcha bermula di China pada masa Dinasti Tang dan berkembang pada era Dinasti Song. Teh hijau saat itu diolah menjadi bubuk halus sebelum diseduh dengan air panas.
Tradisi tersebut kemudian dibawa ke Jepang oleh biksu Buddha Zen bernama Eisai pada akhir abad ke-12. Ia memperkenalkan teknik pengolahan dan penyajian teh bubuk setelah belajar di China. Sejak saat itu, budaya minum matcha berkembang pesat di Jepang.
Di Jepang, metode budidaya dan pengolahan matcha terus disempurnakan. Tanaman teh dinaungi beberapa minggu sebelum dipanen. Cara tersebut meningkatkan kandungan klorofil dan asam amino. Hasilnya adalah bubuk teh berwarna hijau cerah dengan cita rasa umami yang khas.
Matcha kemudian menjadi bagian penting dari upacara minum teh Jepang atau chanoyu. Tradisi tersebut menekankan harmoni, rasa hormat, kesucian, dan ketenangan. Hingga kini, Jepang dikenal sebagai produsen matcha berkualitas tinggi, terutama dari wilayah Uji di Prefektur Kyoto.
Meski berasal dari China, perkembangan matcha modern tidak lepas dari peran Jepang. Inovasi dalam budidaya, pengolahan, dan penyajiannya membuat matcha menjadi minuman yang dikenal di seluruh dunia. Kini, matcha tidak hanya dinikmati sebagai teh, tetapi juga diolah menjadi berbagai makanan dan minuman modern.