Konten kreator Willy Salim menjadi sorotan setelah video konvoi motor yang melibatkan dirinya viral di media sosial. Rombongan tersebut memenuhi kawasan Jalan Sudirman–Thamrin, Jakarta Pusat, hingga memicu kemacetan pada malam hari. Peristiwa itu membuat polisi turun tangan untuk membubarkan kerumunan agar arus lalu lintas kembali lancar. Aparat juga memastikan kegiatan tersebut tidak memiliki izin resmi dari kepolisian.
Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Pusat, Kompol Ari Setyo, mengatakan kegiatan tersebut dilakukan untuk membuat konten dan dihadiri seorang selebgram. Namun, pihak kepolisian tidak menyebutkan secara rinci identitas seluruh peserta yang mengikuti konvoi tersebut. Ari juga menegaskan penyelenggara tidak mengajukan pemberitahuan ataupun izin kepada aparat sebelum kegiatan berlangsung.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Erlyn Sumantri, menjelaskan mayoritas peserta konvoi berasal dari luar Jakarta. Polisi langsung melakukan pemantauan setelah menerima laporan adanya kerumunan pemotor yang berhenti di sekitar Bundaran HI dan Jalan MH Thamrin. Petugas kemudian mengimbau seluruh peserta agar segera meninggalkan lokasi demi mengurai kemacetan.
Berdasarkan video yang beredar, rombongan motor tampak berhenti di sisi jalan sehingga menghambat arus kendaraan lain. Aksi tersebut menuai beragam tanggapan dari masyarakat di media sosial. Banyak warganet menilai kegiatan semacam itu seharusnya tidak dilakukan di jalan protokol karena berpotensi mengganggu pengguna jalan lainnya.
Polisi mengingatkan setiap kegiatan yang berpotensi memengaruhi arus lalu lintas wajib dikoordinasikan dengan pihak berwenang. Langkah tersebut diperlukan agar rekayasa lalu lintas dapat disiapkan bila diperlukan. Kepolisian juga mengimbau masyarakat dan para kreator konten untuk tidak membuat aktivitas yang mengganggu ketertiban umum maupun membahayakan keselamatan pengguna jalan.