Personal color semakin populer sebagai panduan memilih pakaian, makeup, hijab, hingga aksesori. Namun, banyak orang bertanya apakah hasil analisis tersebut bisa berubah seiring usia.
Jawabannya tidak sesederhana ya atau tidak. Konsultan personal color Jessica Kelly menjelaskan bahwa hasil personal color memang dapat berubah. Perubahan tersebut berkaitan dengan kondisi kulit dan kadar melanin yang mengalami perubahan seiring pertambahan usia.
Namun, penting membedakan personal color dengan undertone kulit. Undertone merupakan rona dasar kulit yang menjadi salah satu pertimbangan dalam analisis warna. Dalam praktik personal color, undertone umumnya dianggap relatif stabil sepanjang hidup.
Sebaliknya, warna permukaan kulit atau skin tone dapat mengalami perubahan. Paparan matahari, proses penuaan, dan kondisi kulit dapat memengaruhi tampilan warna permukaan wajah. Penelitian pada perempuan Indonesia juga menemukan perubahan warna kulit wajah seiring bertambahnya usia.
Perubahan tersebut dapat membuat seseorang terlihat lebih cocok menggunakan warna tertentu dibandingkan sebelumnya. Faktor lain seperti perubahan warna rambut juga dapat mengubah tingkat kontras wajah. Karena itu, hasil analisis warna bisa terasa berbeda meski undertone dasarnya tetap.
Pertambahan usia juga dapat memengaruhi kondisi kulit secara keseluruhan. Penelitian menunjukkan kulit wajah dapat menjadi lebih gelap dan kekuningan pada area tertentu. Radiansi dan keseragaman warna kulit juga cenderung menurun seiring penuaan.
Jadi, seseorang tidak harus menganggap hasil personal color lama menjadi sepenuhnya tidak berlaku. Palet dasar masih dapat menjadi acuan, tetapi beberapa warna mungkin perlu disesuaikan. Analisis ulang dapat dipertimbangkan ketika terjadi perubahan besar pada kulit, rambut, atau tampilan keseluruhan.
Pada akhirnya, personal color sebaiknya dipandang sebagai panduan, bukan aturan mutlak. Warna yang paling penting adalah warna yang membuat penampilan terlihat harmonis dan meningkatkan rasa percaya diri.