Memenuhi kebutuhan protein anak tidak selalu membutuhkan bahan makanan mahal. Orang tua dapat memilih sumber protein yang mudah ditemukan dan sesuai kemampuan keluarga. Telur, ikan, tempe, dan tahu termasuk pilihan pangan yang terjangkau. Yang terpenting adalah menu anak tetap beragam dan memenuhi prinsip gizi seimbang.
Ahli nutrisi Tara Mutiara Ramdani mengingatkan agar orang tua tidak menganggap makanan sehat harus mahal. Menurutnya, keluarga dapat memanfaatkan berbagai bahan pangan lokal untuk menyusun menu harian. Telur dan ikan dapat menjadi pilihan protein hewani yang relatif terjangkau. Tempe dan tahu juga dapat melengkapi kebutuhan protein dari sumber nabati.
Kementerian Kesehatan juga menempatkan ikan, telur, ayam, daging, tahu, dan tempe sebagai sumber protein. Tidak ada satu makanan yang mampu menyediakan seluruh zat gizi yang dibutuhkan tubuh. Karena itu, anak tetap membutuhkan makanan yang beragam dengan komposisi seimbang.
Untuk balita, protein hewani mendapat perhatian khusus karena mendukung proses pertumbuhan. Pedoman Kementerian Kesehatan menganjurkan pemberian protein hewani sejak anak mulai mendapat MPASI. Jenisnya dapat berupa telur, ikan, ayam, atau sumber hewani lainnya. Pemberian makanan juga perlu disesuaikan dengan usia dan kemampuan anak.
Orang tua juga tidak perlu terpaku pada jenis ikan yang mahal. Kementerian Kesehatan menyebut ikan sebagai sumber protein yang bernilai gizi tinggi. Ikan kembung, misalnya, memiliki kandungan omega-3 yang baik dan harganya relatif terjangkau. Dengan perencanaan menu yang tepat, kebutuhan protein anak tetap dapat dipenuhi tanpa membebani anggaran keluarga.