Pola makan dapat menjadi salah satu faktor yang berkaitan dengan risiko berkembangnya sejumlah penyakit, termasuk kanker. Studi terbaru menyoroti hubungan makanan kaya flavonoid dengan risiko kanker payudara pada perempuan. Penelitian menemukan pola makan tinggi flavonoid berkaitan dengan risiko kanker payudara sekitar 15 persen lebih rendah. Namun, temuan tersebut menunjukkan hubungan dan belum membuktikan sebab-akibat.
Penelitian tersebut menganalisis data lebih dari 93.000 perempuan yang tergabung dalam UK Biobank. Para peneliti menggunakan Flavodiet Score untuk mengukur konsumsi makanan dan minuman kaya flavonoid. Peserta dengan skor lebih tinggi memiliki risiko kanker payudara lebih rendah dibandingkan kelompok dengan skor terendah. Hubungan tersebut tetap terlihat setelah peneliti mempertimbangkan risiko genetik peserta.
Flavonoid merupakan senyawa alami yang banyak ditemukan dalam berbagai makanan berbasis tumbuhan. Sumbernya antara lain apel, jeruk, buah beri, anggur, bawang, paprika, teh, dan cokelat hitam. Peneliti tidak menyimpulkan satu makanan tertentu dapat mencegah kanker secara langsung. Manfaat yang diamati berasal dari pola konsumsi beragam makanan kaya flavonoid.
Temuan tersebut menarik karena hubungan tetap terlihat pada perempuan dengan risiko genetik kanker payudara lebih tinggi. Analisis juga menunjukkan manfaat tetap terlihat ketika konsumsi anggur merah tidak dimasukkan. Hal tersebut penting karena alkohol sendiri dikenal sebagai salah satu faktor risiko kanker. WHO menyebut alkohol bertanggung jawab terhadap sekitar tiga persen kasus kanker baru global pada 2022.
Meski menjanjikan, penelitian bersifat observasional sehingga tidak dapat memastikan flavonoid menjadi penyebab langsung penurunan risiko. Data pola makan peserta juga bergantung pada laporan konsumsi mereka sendiri. Karena itu, makanan kaya flavonoid sebaiknya menjadi bagian pola makan seimbang, bukan dianggap sebagai pencegah kanker tunggal. Skrining rutin dan pengendalian faktor risiko tetap penting untuk menjaga kesehatan.