Konsep wellness kini semakin populer sebagai bagian dari gaya hidup sehat masyarakat modern. Namun, prinsip menjaga keseimbangan tubuh, pikiran, dan lingkungan sudah lama dikenal di Nusantara. Praktik tersebut diwariskan melalui berbagai tradisi kesehatan masyarakat dari generasi ke generasi.
Kementerian Kesehatan menjelaskan wellness sebagai proses aktif untuk menjalani kehidupan lebih sehat dan bermakna. Konsepnya tidak hanya berfokus pada kondisi fisik. Wellness juga mencakup keseimbangan emosional, spiritual, sosial, intelektual, dan lingkungan. Pendekatan tersebut membuat wellness memiliki cakupan yang lebih luas daripada sekadar bebas penyakit.
Dalam tradisi Nusantara, penerapannya terlihat melalui pola hidup sederhana dan kedekatan dengan alam. Leluhur juga mengenal aktivitas fisik, olah batin, pijat, serta penggunaan tanaman herbal. Jamu menjadi salah satu warisan yang masih bertahan hingga sekarang. Pengetahuan mengenai jamu diwariskan melalui keluarga dan komunitas selama berabad-abad.
Tradisi perawatan tubuh juga berkembang dalam berbagai daerah Indonesia. Ethnowellness Nusantara mencakup praktik seperti pijat, urut, ramuan, olah fisik, dan olah batin. Praktiknya ditemukan dalam tradisi Minang, Batak, Sunda, Jawa, Bali, hingga berbagai daerah lainnya. Warisan tersebut kini mulai dikembangkan kembali dengan pendekatan yang sesuai kebutuhan masyarakat modern.
Karena itu, wellness ala Nusantara bukan sekadar mengikuti tren kesehatan global. Konsep tersebut dapat menjadi cara menghidupkan kembali kearifan lokal secara relevan. Penggunaan jamu, pangan lokal, aktivitas fisik, dan perawatan tradisional dapat menjadi bagian gaya hidup seimbang. Namun, penerapannya tetap perlu memperhatikan keamanan dan bukti ilmiah. Kementerian Kesehatan juga mendorong pemanfaatan jamu secara aman dan berbasis evidence.