Kuliner Indonesia dikenal memiliki cita rasa khas dan beragam. Namun, beberapa makanan tradisional ternyata memiliki versi serupa di negara lain. Kemiripan itu terlihat dari bahan, bentuk, hingga cara penyajiannya. Meski demikian, setiap hidangan tetap memiliki karakter dan cita rasa berbeda sesuai budaya setempat.
Salah satu contohnya adalah bakwan yang sering dibandingkan dengan kakiage dari Jepang. Keduanya berupa gorengan berbahan tepung dan aneka sayuran. Indonesia juga memiliki serabi yang mirip pancake. Perbedaannya terletak pada bahan adonan dan penyajian. Serabi biasanya memakai santan, sedangkan pancake menggunakan susu dan mentega.
Bubur ayam juga memiliki kemiripan dengan risotto dari Italia. Keduanya sama-sama berbahan dasar beras bertekstur lembut. Namun, risotto dimasak menggunakan kaldu dan keju. Bubur ayam Indonesia disajikan bersama ayam suwir, cakwe, serta aneka pelengkap. Selain itu, bihun goreng disebut mirip dengan bee hoon goreng dari Singapura dan Malaysia karena sama-sama memakai mi beras sebagai bahan utama.
Makanan berikutnya adalah jipang yang sering disamakan dengan sachima dari China. Keduanya merupakan camilan manis berbahan tepung yang direkatkan sirup gula. Walaupun tampak serupa, resep dan teksturnya tetap memiliki perbedaan. Kemiripan berbagai kuliner tersebut menunjukkan adanya pertukaran budaya melalui perdagangan dan migrasi. Meski memiliki ‘kembaran’ di luar negeri, makanan Indonesia tetap menawarkan cita rasa khas yang sulit ditemukan pada versi negara lain.