Matcha lokal Indonesia semakin mendapat perhatian berkat kualitas daun teh yang terus berkembang. Meski sama-sama berasal dari teh hijau, karakter matcha Indonesia memiliki cita rasa berbeda dibandingkan matcha Jepang. Perbedaan tersebut dipengaruhi varietas tanaman, kondisi tanah, iklim, hingga teknik pengolahan daun teh. Berikut lima fakta menarik tentang matcha lokal yang mulai diminati pencinta teh dan pelaku industri minuman.
Fakta pertama, matcha lokal umumnya memiliki rasa lebih pahit dibandingkan matcha Jepang. Menurut Tea Master Lewis Pratama, karakter tersebut muncul karena sebagian besar teh ditanam di bawah paparan sinar matahari penuh. Sementara itu, produsen matcha Jepang biasanya menaungi tanaman beberapa minggu sebelum panen. Teknik tersebut meningkatkan kandungan klorofil dan L-theanine sehingga menghasilkan rasa lebih manis dan umami.
Fakta kedua, Indonesia memiliki sejumlah daerah penghasil teh berkualitas, seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Beberapa produsen mulai mengembangkan matcha dari varietas teh lokal menggunakan proses penggilingan batu. Meski kualitasnya terus meningkat, warna matcha lokal umumnya belum secerah produk premium Jepang. Hal itu dipengaruhi teknik budidaya dan proses produksi yang masih terus disempurnakan.
Fakta terakhir, matcha lokal memiliki potensi besar untuk berkembang di pasar dalam negeri maupun ekspor. Harganya juga relatif lebih terjangkau dibandingkan matcha impor dari Jepang. Karakter rasa yang lebih kuat membuat matcha lokal cocok digunakan sebagai bahan minuman, dessert, maupun aneka makanan. Pelaku industri optimistis inovasi budidaya dan pengolahan akan meningkatkan kualitas matcha Indonesia sehingga mampu bersaing di pasar internasional.