Indonesia memiliki sejarah maritim panjang yang berkembang bersama kehidupan masyarakat kepulauan. Jejak tersebut tidak hanya terlihat melalui kapal dan jalur perdagangan. Tradisi kuliner juga dapat menjadi cara mengenalkan hubungan masyarakat Nusantara dengan laut. Semangat itu kemudian diangkat melalui pengalaman bersantap bertema “Nenek Moyangku Seorang Pelaut”.
Konsep tersebut membawa pengunjung menelusuri kekayaan kuliner pesisir melalui penyajian yang tidak biasa. Sejumlah hidangan disajikan menggunakan rakit bambu untuk memperkuat nuansa perjalanan maritim. Bambu sejak lama digunakan masyarakat Nusantara untuk berbagai kebutuhan, termasuk membuat rakit dan perlengkapan kehidupan sehari-hari. Penyajian tersebut membuat pengalaman makan memiliki unsur cerita selain menawarkan cita rasa.
Menu yang dihadirkan menggambarkan kekayaan bahan pangan dari wilayah pesisir dan perairan Indonesia. Hidangan laut menjadi bagian penting karena ikan telah lama menjadi sumber pangan masyarakat kepulauan. Beragam rempah kemudian memperlihatkan hubungan kuliner Indonesia dengan perdagangan maritim selama berabad-abad. Jalur perdagangan rempah turut mempertemukan masyarakat Nusantara dengan pedagang dari berbagai kawasan dunia.
Sejarah menunjukkan masyarakat Nusantara memiliki kemampuan pelayaran jauh sebelum terbentuknya Indonesia modern. Relief kapal pada Candi Borobudur menjadi salah satu bukti visual tradisi pelayaran tersebut. UNESCO mencatat Borobudur dibangun pada abad kedelapan dan kesembilan di Jawa Tengah. Reliefnya menampilkan berbagai kehidupan masyarakat, termasuk kapal yang menggambarkan aktivitas pelayaran pada masa tersebut.
Konsep “Nenek Moyangku Seorang Pelaut” akhirnya menghadirkan pengalaman kuliner sekaligus pengingat mengenai identitas maritim Indonesia. Rakit bambu menjadi elemen visual yang menghubungkan makanan dengan perjalanan masyarakat kepulauan. Namun, sejarah maritim Nusantara tentu jauh lebih luas daripada sebuah pengalaman bersantap. Melalui pendekatan kreatif, kuliner dapat menjadi pintu untuk mengenalkan kembali kekayaan budaya bahari kepada generasi sekarang.