Berawal dari Rumah Kontrakan, Bisnis Oleh-Oleh Lokal Ini Sukses Tembus Pasar Nasional

0 0
Read Time:1 Minute, 21 Second

Usaha oleh-oleh khas Banjar bernama Mama Khas Banjar membuktikan bisnis rumahan mampu berkembang hingga pasar nasional. Bisnis itu dirintis Firli Norachim bersama istrinya, Ani Andriani, pada 2020 saat pandemi Covid-19. Mereka memulai usaha dari rumah kontrakan sederhana di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Modal awal berasal dari tabungan emas senilai Rp5 juta yang rela dijual demi membangun usaha. Saat itu, keduanya masih bekerja sebagai karyawan dan mengelola bisnis sepulang kerja.

Firli memanfaatkan hasil tangkapan nelayan dari Kotabaru dan Pelaihari sebagai bahan baku utama. Produk yang dijual terus berkembang, mulai dari ikan asin, abon ikan, amplang, sambal, sirup khas daerah, dodol, hingga makanan beku. Produksi yang semula hanya sekitar 20 kilogram ikan asin setiap bulan meningkat menjadi satu hingga dua ton. Perkembangan tersebut mendorong Mama Khas Banjar membuka dua outlet resmi. Kini, usaha itu juga telah menyerap 17 tenaga kerja lokal.

Keberhasilan bisnis ini turut didukung pemanfaatan teknologi digital untuk memperluas jangkauan pasar. Firli bergabung sebagai mitra GrabMart pada 2023 agar produk lebih mudah dijangkau pelanggan. Ia juga menerapkan sistem pembayaran digital menggunakan QRIS OVO untuk mempercepat transaksi. Selain itu, tambahan modal usaha diperoleh melalui layanan GrabModal Mantul by OVO Finansial. Pendanaan tersebut dimanfaatkan untuk menambah stok dan mengembangkan produk baru.

Mama Khas Banjar juga mengikuti program pendampingan “Kota Masa Depan: Berani Digital” di Banjarmasin. Program tersebut memberikan pelatihan strategi bisnis dan pemanfaatan kecerdasan buatan atau AI. Firli mengaku transaksi harian melalui marketplace meningkat hingga dua kali lipat setelah mengikuti pelatihan. Kisah Mama Khas Banjar menjadi contoh keberhasilan UMKM lokal memadukan inovasi, digitalisasi, dan semangat pantang menyerah. Perjalanan itu membuktikan usaha dari rumah kontrakan mampu bersaing di pasar nasional.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %