Kepergian komedian Simson Rarameha Ngadang atau Temon masih menyisakan duka mendalam bagi keluarga. Sang istri, Keenam Mae, menceritakan momen terakhir sebelum suaminya meninggal dunia pada Minggu, 12 Juli 2026. Ia mengaku tidak menyangka keluhan kesehatan Temon berujung pada kabar duka. Menurut Mae, suaminya sempat mengeluhkan nyeri di bagian dada sebelum kondisinya memburuk. Keluarga kemudian segera membawanya ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Mae mengatakan Temon masih sempat berkomunikasi dengan keluarga sebelum dilarikan ke rumah sakit. Namun, kondisi kesehatannya terus menurun dalam waktu singkat. Tim medis telah berupaya memberikan penanganan terbaik kepada Temon. Meski demikian, nyawa komedian tersebut tidak berhasil diselamatkan. Mae mengaku masih sulit menerima kepergian suaminya yang terjadi begitu cepat.
Selama menjalani kehidupan rumah tangga, Mae mengenal Temon sebagai sosok penyayang dan bertanggung jawab. Ia menyebut almarhum selalu mengutamakan keluarga di tengah kesibukan bekerja. Temon juga dikenal memiliki hubungan hangat dengan anak-anak dan kerabat dekat. Kenangan itu kini menjadi penguat bagi keluarga menghadapi masa berkabung. Prosesi pelepasan jenazah berlangsung di GPIB Effatha sebelum dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan.
Kepergian Temon turut meninggalkan duka bagi dunia hiburan Indonesia. Sejumlah komedian dan sahabat hadir memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum. Mereka mengenang Temon sebagai pribadi rendah hati dan mudah membantu sesama. Sosoknya dinilai memberikan banyak inspirasi bagi rekan seprofesi selama puluhan tahun berkarya. Keluarga berharap doa terbaik terus mengiringi perjalanan terakhir Temon.